Berapa kali prosedur sulam yang bisa ditahan kulit?

Kulit tidak punya batas jumlah sesi sulam: bekas luka muncul karena teknik agresif dan lintasan berlebihan. Mengapa sulam lama sebaiknya dihapus laser dulu.

dokter bedah, PhD bidang kedokteran, pakar hapus tato laser 2 menit baca ·

Baru-baru ini seseorang bertanya kepada saya lewat pesan pribadi: “Berapa kali prosedur sulam (PMU) yang bisa ditahan kulit? Jika sulam dilakukan setiap beberapa tahun sekali, apa yang terjadi pada kulit? Apakah kulit punya batas atau cadangan?”
Ini pertanyaan yang sangat bagus, dan saya bahkan punya dugaan dari mana pertanyaan ini berasal.

Berapa kali prosedur sulam yang bisa ditahan kulit?

Dari waktu ke waktu saya menjumpai mitos bahwa kulit memiliki “cadangan” tertentu, dan setelah, katakanlah, 10 kali prosedur sulam, cadangan ini habis. Katanya, kulit kehilangan sifat normalnya dan pasti akan membentuk jaringan parut. Bocoran: ini tidak benar.

Kenyataannya, kulit tidak memiliki “penghitung” bawaan untuk prosedur sulam, dan juga tidak memiliki “cadangan” atau “batas” yang tetap. Menurut saya, mitos ini muncul sebagai upaya untuk menjelaskan mengapa bekas luka terbentuk di area tempat sulam dibuat.

Kulit dapat beregenerasi berkali-kali tanpa batas — inilah kemampuannya yang terbentuk melalui evolusi untuk memulihkan struktur aslinya. Tetapi ada satu syarat: trauma tidak boleh kritis, artinya tidak melewati ambang kerusakan tempat bekas luka terbentuk. Jika semua prosedur sulam dilakukan dengan teknik yang lembut dan tanpa lintasan berlebihan (yang bisa membuat kulit hancur seperti bubur), kulit akan memulihkan strukturnya dengan sempurna, dan bekas luka tidak muncul.

Sebaliknya, jika prosedur sulam dilakukan secara agresif, dengan banyak lintasan yang benar-benar menggiling kulit, bekas luka bisa muncul bahkan setelah sesi pertama. Hal ini akan mengubah struktur kulit secara permanen.

  • Berapa kali prosedur sulam yang bisa ditahan kulit?
  • Berapa kali prosedur sulam yang bisa ditahan kulit?

Jadi, masalahnya bukan pada “penghitung” atau jumlah prosedur tertentu, melainkan pada kualitas setiap prosedur. Sangat penting untuk memperlakukan kulit dengan hati-hati dan menghindari trauma berlebihan! Ingat, kulit adalah organ yang hidup dan sangat rapuh — perlakukan dengan lembut dan penuh hormat!

Satu nuansa lagi: jika Anda rutin membuat sulam tetapi tidak menghapus sisa tinta dari prosedur sebelumnya, hal ini bisa menyulitkan tercapainya hasil baru yang berkualitas karena sisa pigmen dengan berbagai warna. Sebelum membuat sulam baru, sebaiknya hapus sisa tinta lama dengan laser, dan lakukan tanpa menimbulkan trauma. Dengan begitu, desain baru akan lebih mudah dibuat, dan hasilnya akan jauh lebih baik!

Mitos “cadangan” kulit

Ada artikel lain tentang topik ini: Efek sulam alis dan bibir pada kulit: mitos dan fakta

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kulit punya batas jumlah prosedur sulam?

Tidak. Kulit tidak memiliki “penghitung”, “cadangan”, atau “batas” yang tetap; kulit dapat beregenerasi berkali-kali asalkan trauma tidak melewati ambang kerusakan tempat bekas luka terbentuk.

Mengapa muncul bekas luka setelah sulam?

Karena prosedur dilakukan secara agresif, dengan banyak lintasan yang menggiling kulit — bekas luka bisa muncul bahkan setelah sesi pertama. Masalahnya ada pada kualitas setiap prosedur, bukan jumlahnya.

Perlukah sisa sulam lama dihapus sebelum sulam baru?

Sebaiknya ya. Sisa pigmen dengan berbagai warna bisa menyulitkan hasil baru yang berkualitas, jadi sisa tinta lama sebaiknya dihapus dengan laser tanpa menimbulkan trauma.

Ingin menghapus sulam dan tato secara profesional?

Kursus online LaserPRO: struktur kulit, pigmen, hapus sulam dan tato dengan laser, carbon peeling, praktik, dan pendampingan pribadi. Tinggalkan kontak Anda — asisten saya akan menjelaskan program dan harganya serta mengirimkan detailnya.

Dengan mengirim formulir ini, Anda menyetujui kebijakan privasi.

Ajukan pertanyaan