Apa itu remover kimia untuk hapus sulam alis dan bibir?

Cara kerja remover asam, basa, dan saline untuk hapus sulam: trauma jarum plus kerusakan kimia, bahaya pH 1–2 atau 13–14, dan risiko bekas luka.

dokter bedah, PhD bidang kedokteran, pakar hapus tato laser 2 menit baca ·

Dalam dunia sulam dan tato kosmetik (PMU), istilah “remover kimia” terdengar mengesankan, tetapi apa sebenarnya artinya?

Apa itu remover kimia untuk hapus sulam alis dan bibir?

Remover kimia bukan inovasi baru di industri kecantikan, tetapi penggunaannya dalam dunia sulam masih diselimuti misteri.
Banyak artis sulam memandangnya sebagai solusi ajaib yang mampu memperbaiki masalah apa pun pada sulam atau tato yang dikerjakan dengan buruk. Namun, sudah waktunya mitos ini dipatahkan: tidak ada yang ajaib dari remover kimia. Remover adalah larutan kimia agresif yang bisa mengandung asam, basa, atau larutan garam, yang dirancang untuk memperkuat trauma yang ditimbulkan jarum artis.

Proses penghapusan sulam secara kimia dengan remover ini melibatkan kombinasi trauma mekanis dan trauma kimia pada kulit. Trauma mekanis ditimbulkan oleh jarum, mirip dengan teknik yang digunakan untuk membuat sulam atau tato. Mesin tato atau mesin sulam digunakan untuk melukai kulit, sehingga remover kimia dapat menembus jaringan.

Sementara itu, trauma kimia berkaitan langsung dengan jenis remover yang digunakan — asam, basa, atau saline — dan tingkat keagresifannya. Rentang dampaknya sangat beragam: dari penguatan minimal yang khas pada remover saline hingga efek sangat agresif dari remover asam dengan pH 1–2 atau remover basa dengan pH 13–14.

Skala pH
pHContoh
0Aki
1Asam lambung
2Lemon
3Cuka
4Tomat
5Kopi
6Susu
7Air
8Darah
9Soda kue
10Tablet antasida
11Larutan amonia
12Sabun
13Pemutih
14Pembersih saluran air

Dari kiri ke kanan: asam — netral — basa.

Kerusakan kulit gabungan ini menyebabkan sebagian jaringan hancur, dan partikel pigmen keluar bersama jaringan yang mati (nekrotik). Peradangan memegang peran penting dalam proses ini, karena menarik sel-sel sistem imun ke area yang rusak, dan sel-sel itu membantu membersihkan partikel pigmen lebih lanjut selama respons peradangan.

Makin agresif dampaknya pada kulit, makin kuat peradangannya, dan tato atau sulam dihapus melalui kerusakan jaringan dan nekrosis. Namun, para artis sering tidak menyadari bahaya menggunakan remover kimia tanpa benar-benar memahami tingkat keagresifannya. Mereka berisiko meniti garis tipis antara menghapus pigmen dan menjaga kulit tetap sehat, dan berpotensi menimbulkan kerusakan parah serta bekas luka.

  • Apa itu remover kimia untuk hapus sulam alis dan bibir?
  • Apa itu remover kimia untuk hapus sulam alis dan bibir?

Bahkan dalam satu kelompok remover kimia tertentu, misalnya remover asam, terdapat perbedaan besar dalam keagresifan, komposisi, konsentrasi asam, dan tingkat pH. Banyak artis tidak tahu tingkat pH remover yang mereka gunakan, sehingga terjadi kesalahan dan komplikasi berat. Situasi dengan remover basa bahkan lebih buruk — remover basa lebih sulit dikendalikan dan bisa memiliki pH hingga 13–14, sebanding dengan cairan pembersih saluran pipa. Remover basa dapat menghancurkan jaringan melalui nekrosis likuefaktif, sehingga kedalaman dan intensitas efeknya sulit dikendalikan.

Apa itu remover kimia untuk hapus sulam alis dan bibir?

Kesimpulannya, remover kimia bukan solusi ajaib; remover adalah alat yang memperparah trauma kulit dengan harapan pigmen keluar bersama jaringan nekrotik dan kulit dibersihkan melalui respons peradangan sistem imun. Saya mengimbau semua artis sulam untuk menyikapi remover kimia dengan sangat hati-hati. Pelajari mekanisme kerjanya, pahami tingkat keagresifan, komposisi, konsentrasi, dan pH-nya, lalu terapkan dengan penuh pertimbangan dalam praktik.

Ada artikel lain tentang topik ini: Remover kimia untuk hapus sulam: mitos dan kenyataan

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara kerja remover untuk hapus sulam alis?

Remover adalah larutan kimia agresif dengan asam, basa atau garam yang memperkuat trauma dari jarum. Kulit dilukai dengan mesin tato atau mesin sulam, remover menembus jaringan, dan partikel pigmen keluar bersama jaringan yang mati (nekrotik).

Apakah remover kimia aman untuk hapus sulam?

Remover bukan solusi ajaib: tanpa memahami tingkat keagresifannya, artis berisiko menimbulkan kerusakan parah dan bekas luka. Remover asam bisa memiliki pH 1–2, remover basa pH 13–14.

Apa beda remover asam, basa dan saline?

Remover saline memberikan penguatan trauma yang minimal, sedangkan remover asam (pH 1–2) dan remover basa (pH 13–14) sangat agresif. Remover basa lebih sulit dikendalikan, karena menghancurkan jaringan melalui nekrosis likuefaktif.

Ingin menghapus sulam dan tato secara profesional?

Kursus online LaserPRO: struktur kulit, pigmen, hapus sulam dan tato dengan laser, carbon peeling, praktik, dan pendampingan pribadi. Tinggalkan kontak Anda — asisten saya akan menjelaskan program dan harganya serta mengirimkan detailnya.

Dengan mengirim formulir ini, Anda menyetujui kebijakan privasi.

Ajukan pertanyaan